Assalamualaikum anakku yang Shalehah....
Seandainya mama dulu sudah lebih mengerti tentang ilmu-ilmu Allah seperti sekarang ini, mungkin kesalahan-kesalahan di masa lalu tentang pandangan pergaulan remaja tak
akan terjadi, meskipun menurut mama semua sudah baik-baik saja.
Tapi ternyata banyak langkah yang masih salah dipijak, banyak pendapat orang tua yang ditentang.
Karena kami merasa benar dan baik-baik saja.
Anakku, mama ingin ananda memahami apa yang diperintahkan Allah untuk dipatuhi dan diyakini akan membawa kebahagiaan dunia dan akherat.sehingga ananda tidak membuang waktu dengan percuma hanya karena “salah cara mencintai seorang pujaan hati.”
Anakku, belajarlah mencintai seseorang yang baik menurut syari’at, belajarlah mencintai seseorang yang ia mencinta Allah, belajarlah mencintai seseorang yang dipilihkan Allah untukmu, yang memenuhi kriteria Islam, Qur’an dan Hadits. Belajarlah mencintai seseorang yang bertanggung jawab kepada Allah.
Jika kamu mencintai fisik yang menawan, wajah yang rupawan, semoga itu bukanlah hanya memenuhi nafsu hati saja. Karena belum tentu ia akan membawamu pada kebahagiaan akherat.
Itulah sebabnya mengapa banyak orang tua mencarikan jodoh untuk putrinya, samata-mata untuk menghindari ‘zina’ yang dapat menghancurkan pahala akherat untuk anaknya.
Anakku, bergaullah dengan orang-orang sholeh. Pilihlah orang yang sholeh untuk menjadi pendamping hidupmu kelak, orang yang dipilihkan Allah untukmu, yang diridhai orang tuamu.
Jika kau tak mencintainya hanya karena ia tak tampan, belajarlah mencintainya karena Allah mencintai hambanya bagaimanapun ia adanya.
Berdoalah sayang, serahkan jodohmu pada Allah.
Insyaallah Allah akan melindungimu dan memberikan segala yang terbaik dalam setiap langkah dan nafasmu.
Amin ya rabbal alamin...
Kurang lebih sama seperti itu apa yang pernah dikatakan mama dulu, tentang kalimat, “Jangan tergesa nak, berfikirlah dua kali ketika kau jatuh cinta.”
Tapi dasar aku yang dulu pikirannya cetek... gak mudeng apa artinya. Tapi Alhamdulillah Allah kasih kesempatan aku buat belajar mikir :D
Lalu bagaimana jika seorang akhwat jatuh cinta?
Sementara cinta adalah fitrah seorang manusia, dan itu yang membedakan dengan makhluk lain di bumi.
Oke... 2nd, baca tulisan dibawah.... =)
-Ketika Akhwat Jatuh Cinta-
Yang ia rasahan adalah penyesalan,
Akan tersingkapnya sebuah hijab.
Ketika seorang lelaki yang ‘belum halal’ bergelayut dalam alam fikirnya.
Karena ia rasa, cinta untuk-Nya telah ternodai.
Ia akan menghindar, ia akan menjauh dari orang tersebut.
Mematikan rasa yang bernaung di hatinya.
Memasang pagar pembatas agar cinta itu tak lagi kembali.
Memutar kemudi hati dan kembali pada cinta-Nya.
Ia tak pernah khawatir akan kehilangan cinta.
Karena Allah akan mempersatukan jika Allah menghendaki.
Biar Allah yang mengaturnya... biar Allah yang berencana.
Semua akan baik-baik saja... semua akan indah pada kalanya.

Huhuuuu..... dan sekarang virus merah jambu datang menyerang. Aku harus apa? Aku harus bagaimana? Bodoh yak, masih bertanya-tanya... padahal udah jelas banget apa yang tertulis di atas.
Tapi sahabat berkata, “ikuti saja kemana hatimu melangkah. Kalau ini kalanya kamu jatuh cinta, penolakan hanya akan menyakitkan.”
Ya ampuuuuunnnnnn >,<
Harus pake rumus apa aku menentukan jawaban atas pertanyaanku sendiri???? Chi square, persamaan kuadrat, mean, modus, atau median??? Apa ituuuu........ wkwkwkwkwkkkk.
Kalo si -invisible friend- di awang-awang sii bilang gini, “heh kamu, pake rumus modus ajah yang paling banyak positifnya.... pikir dah sekarang, kamu cuma berat di awal, berat untuk membunuh perasaan itu. Tapi imbal baliknya, kamu terjaga dari segala yang menyesatkan, kamu gak akan pernah mengecewakan orang tua, kamu bisa lebih fokus pada satu tujuan. Gampang.... Toh Allah punya rencana, Allah punya cerita. Kamu aktris nurut sutradara kan enak. Gitu aja ribet.”
Hoh, betul betul betull..... tapi ngomongnya biasa aja napa? :P
Bismillah... I’M FOLLOWING YOUR SCENARIO, RABB.... =)
I BELIEVE THAT LOVE’S NEVER DIE. Just it’s not the best time to grow.....
I know you through the heart, not my views.
I created you as a brother by the soul, not the perfunctory.
I do not know what you're looking at me.
as reasonable as what I'm in ukhuwah.
I only know ...
though with limitations and shortcomings,
I wrote your name in my heart
since our beginning in the shade of Islam.
Ukhibbukifillah :-)
