Kamis, 27 September 2012

A New Luvv :)

0 komentar
"Melepaskan orang yang kamu cintai lebih sulit dibanding menerima cinta baru yang asing bagimu"


Hahagz.. Barusan nemu quote itu ^^. Awalnya sih mikir, 'iya sih emang bener gitu'. Males mulai dari awal. Belajar paham lagi dari nol. Dan pastinya, ngebiarin setengah dari harapan kita ketinggal di orang lama yang maunya 'lepas' aja.

Tapi..
Apa salahnya nerima orang baru yang lebih baik :)
Apa susahnya  belajar paham sama kepribadian orang baru yang walopun asing, tapi sekalipun nggak menghambat perjalanan kita buat maju.
Lebih enakan mana? Terbelenggu sama orang lama yang bagusnya lepas aja, ato bukain hati buat orang baru yang walopun asing, tapi bisa jadi adalah yang terbaik buat kita.

Well,. memang semuanya itu butuh waktu, butuh proses buat bener-bener menerima orang baru. Tapi suatu saat nanti, pas kita beneran udah paham sama pribadi orang baru itu, bukan nggak mungkin kita bakal susah jauh-jauh dari dia. Ambil contoh... Gue... :))

Minggu, 23 September 2012

Beberapa detik setelah ini........

1 komentar
Hoho.... barusan delete beberapa status update di fb ^^ setelah dapet respon agak 'jleb' dan setelah dipikir-pikir emang itu status nggak banget. Haduuuhhh.....

Beberapa note juga kayaknya perlu didelete, tapi kok rada sayang ya. Secara emang cuma lewat catetan-catetan gini gue bisa ngungkapin sedikit yang gue pengen ungkapin dan nggak kesampean kalo mau ngomong sama orang lain, yah, walopun pada kenyataannya mereka semua care, mau dengerin gue dan lumayan bisa dipercaya.

Rasanya nggak nyampe ati kalo musti berbagi beban. Rasanya takut mereka pikir gue cuma nambah-nambahin masalah. Pernah dibilagin, "lebih baik ngomong sama gue daripada nulis di blog ato note fb yang semua orang bisa baca." Tapi gue malah enjoy gini. Gue mikirnya lebih baik nulis di blog ato note, mau orang baca ato engak, terserah. Daripada gue cerita sama orang yang belum tentu mau dengerin gue.

Yah, bukannya nggak percaya sama mereka. Gue percaya, gue yakin mereka orang-orang baik yang Tuhan kasih buat nglengkapin hidup yang luar biasa ini. Gue cuma berharap suatu saat nanti, beberapa detik setelah gue nulis ini, gue bisa lebih cerdas mengakali hidup ini. Biar nggak ada lagi keluh kesah, biar nggak ada lagi status-status galau, biar nggak ada lagi cerita-cerita yang bikin orang-orang di sekitar gue tambah terbebani.

Dan berharap beberapa detik setelah ini, yang terbagi adalah bahagia dan kesenangan :)

Rabu, 19 September 2012

Chapter Tentang Dia (Lagi) ^^

0 komentar
Mungkin memang nggak setiap isi hati bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tulisan-tulisan ini juga nggak cukup mewakili apa yang gue rasain. Sebenernya nggak perlu juga dunia harus tau apa-apa yang ada di pikiran gue. Udahlah, sekarang ini cukup kami yang tau :) Walopun pada kenyataannya nggak semua yang pengen gue sampein bener-bener tersampaikan.

Seenggaknya, dari cemburu yang pernah gue utarakan, dari chapter di tulisan gue yang selalu ada dia, dari sepotong pesan yang dia terima, itulah bukti dari ketidakpintaran gue dan ketidakcerdasan gue menyampaikan perassan hati sehingga mungkin ada beberapa yang tercecer, nggak kesampean, nggak kebaca sama dia. Tapi betapapun kata-kata bodoh itu muncul, ketika dia bilang paham, gue tetep ngerasa ada yang kurang. Gue tau, yang dia tangkep cuma sebagian kecil dari yang sebenernya pengen gue lempar :)

Bukan nggak pernah ngerasa ragu. Gue bahkan sering ngerasa ragu. Gue kadang pas lagi sama dia, pas liat mata dia dalem-dalem, pas denger dia berkali-kali bikin gue yakin sama dia, gue beneran yakin. Tapi kadang pas pulang, pas tengah malem, pas nggak ada sepotong pesanpun dari dia, gue tiba-tiba ragu. Gue ragu akan keberadaanya. Tapi, belakangan gue sadar kalo ini bukan ragu namanya. Gue cuma lagi ada di fase 'nggak pengen jauh-jauh dari dia' :)

Senin, 10 September 2012

Dia ada...

0 komentar
seperti gumpalan asap yang mengepul melayang tinggi lalu pudar oleh udara..
seperti itulah kamu pergi tinggalkan kami..
mencekat dan membuat sesak kami yang hari-harinya kamu gores dengan tinta warna-warni..

kami kehilangan..
berpunggung atas nama ikhlas padahal sedalamnya batin kami inginkan kamu tetap disini.
berlagak merelakan padahal tak sedikitpun kami ingin kamu tinggalkan..

 

meski bersikukuh, daya kami tetap rubuh.
tak kuasa untuk merengkuh.
satu yang perlu dunia pahami,
tawa renyah itu akan tetap disini, percayalah..
'dia ada di hati' :)

in memoriam:: teman, sahabat, saudara tercinta, H.S. Pradista

Kamis, 12 Juli 2012

#3 Quote: 'Kesalahan yang ...'

0 komentar

Telah banyak langkah yang salah dipijak. Entah kenapa selalu terulang dan terulang lagi.
Bukan karena tak ingin malangkah dalam kebenaran. Hanya terkadang pijakan-pijakan yang salah itu terlalu sayang untuk dilupakan, atau bahkan hanya sekedar ditinggalkan.
(RealitaBanyakOrang) 
^^'

Minggu, 01 Juli 2012

Just fo Remind :)

0 komentar
 


mengagumi dengan cara sederhana,

bersikap seperti apa adanya,

maka patah hati pun akan jadi lebih sederhana.

#2 Quote: Sesederhana kata "Ya" dan "Tidak"

0 komentar

telah banyak merasa didatangi, telah banyak merasa memiliki, dan telah banyak ditinggal pergi.

telah sering, bahkan teramat sering menerima berkah. telah berkali-kali dibuat duka oleh suatu beban cobaan.
mungkin tanpa tau apakah berkah melimpah akan ada setelah diuji, atau apakah ujian dan cobaan datang menyertai berkah.

telah dapat tertawa,.tanpa terlewat air mata..
telah melesat jauh,.berbahagia,.lupa doa.

hidup itu sederhana.
sesederhana kata "ya" dan "tidak".

walaupun pada dasarnya terdapat konflik yang menyertai dua kata sederhana itu.

ya, sesederhana itulah hidup :)

#1 Quote (cc: My FB)

0 komentar
Terkadang..ingin rasanya menutup mata,telinga dan hati dari semua kemungkinan buruk yg terjadi. Semata-mata hanya agar semua berjalan seperti apa yg menjadi kehendak.
:))


Sebuah (Utara)

0 komentar


...

...

Aduhh, sampe ngga bisa berkata-kata.

Intinya, disini gue cuma pengen mengutarakan beberapa hal terkait diri gue sendiri yang mau ngga mau juga berpengaruh sama orang-orang disekitar gue.

Well, sebagian orang ngatain gue egois, sebagian justru berterima kasih atas keegiosan gue. Pada awalnya nggak sadar, bahkan nggak tau gue ini punya masalah apa sama mereka.

Gue emang tipenya obsesif, ambisius, perfectionist dan nggak mau meninggalkan hal-hal sepele. Gue perfectionist? Ya, karena gue sadar kalo pada dasarnya gue ini nggak sempurna dan gue nggak mau ketidaksempurnaan itu terjadi juga di sekitar gue termasuk apapun yang gue kerjain. Gue pikir selama kita bisa melakukan sesuatu dengan maksimal, why not?

Jadi, poinnya gue minta maaf banget buat kalian yang udah teraniaya sama kelakuan gue. Buat yang mungkin sakit hati karena apa yang dia kerjain selalu ada perubahan kalo gue pegang. Maaf, bukannya nggak menghargai kerjaan kalian, meskipun tetep masih ada kekurangan tapi gue berusaha buat memperbaiki. Bukan juga bermaksud nunjukin kalo gue ini paling bener. Katakanlah kalo kalian menemui sesuatu yang nggak sesuai dengan apa yang menurut kalian bener, apa kalian tetep diem aja? Ya seperti itulah gue.

Dalam segala hal yang menurut kalian gue salah, gue minta maaf banget :)

Penilaian negatif emang membangun dan gue berterima kasih untuk itu. Tapi tolong seandainya suatu ketika kalian harus menilai orang-orang selain gue, lihat positifnya juga. Mungkin juga gue nggak punya hal-hal positif yang bisa kalian nilai. Haha, sadar diri dah gue. Tapi apapun yang terjadi, gue tetep akan berusaha dan mengusahakan yang terbaik buat gue sendiri dan kalian. Semoga apa yang udah kita lakuin jadi manfaat :)

Rabu, 06 Juni 2012

Ekspresif :)

0 komentar
Ini dia, makhluk-makhluk narsis yang sama-sama terdampar di Ampel, Jawa Tengah.

*Jelang pulang :)









*Selesai senam lansia di SDN 3 Urutsewu :)
















*Bu RW so sweet banget :P

Selasa, 05 Juni 2012

Fenomena Kambing Jantan

0 komentar
Sebenernya sih bodo amat mau jantan apa betina. Yang jelas fenomena kambing liar di kawasan jalur alternatif Slamet Riyadi - Manahan tuh bener-bener bikin gila. Sori, rada labil antara jantan, betina sama liar. Kambingnya ngga pernah cerita sama gue.

Well, look at the pict!



*tetotttttt, silakan pake mikroskop biar bisa liat embe'nya :P

Gue tiap pagi lewat jalan ini nih. Dan setiap kali gue lewat, imajinasi gue ketinggian. Gue serasa pengen ngobrol sama kambing-kambing itu.

G : Heh, embe', kasian banget lo makan sampah gitu.
K : Emang kenapa?
G : Kambing jantan tuh makan rumput.
K : Gue kambing gaul.
G : Kambing  gaul makannya burger...
K : Bodo amat ;P

(hening)

G : Lo coba deh ke dokter.
K : Ngapain?
G : Cek darah sama radiologi
K : Buat apa?
G : Biar lo tau seberapa rusak badan lo. Biar tau berapa banyak logam sama bakteri yang lo makan.
K : Lebaran Adha gue juga bakal mati, repot amat.
G : Lo mati, yang makan daging lo juga bisa mati.
K : Bukan  urusan gue.

(hening)

G : Lo main di jalan gini nggak takut mati ketabrak?
K : Sebelum ketabrak kan gue bisa lari. Paling orangnya yang mati.

(hening........ hening sampe idul adha)

*buktinya sampe sekarang juga kambing-kambing itu masih nekat makan sampah. Dan gue masih harus ngerem mendadak pas tau-tau ada kambing nyebrang..
-________-

Minggu, 06 Mei 2012

Mama v.s G-ma

0 komentar
Perbedaan mencolok antara mamah sama eyang...

 

#1
Gue        : Pergi dulu yee....
Mamah    : Ati-ati.
Eyang    : Kemana? Sama siapa? Naik apa? Pulang jam berapa? Nanti jangan lama-lama. Nanti motornya dikunci. Cepet pulang. (ato yang paling parah) NGGAK USAH MAIN KEMANA-MANA! DI RUMAH AJA.
Gue        : (Nyelonong seharian males pulang).


#2
Gue        : (Temen cowok ke rumah) Kenalin, namanya bla bla bla...
Mamah    : Enjoy, ya. Disini seadanya aja.
Eyang    : Rumahnya mana? Temen kampus atau temen main? Kenal dimana sama Ririn? Tadi kesini naik apa? Nama bapaknya siapa? Bapaknya kerja apa? (hah, peduli amat sama bapaknya).
Gue        : Jalan aja yuk! (nyelonong pergi).

#3
Gue        : (Asik nyanyi-nyanyi)
Eyang     : Mamah kamu kok jam segini belom pulang kemana sih?
Gue        : Mampir ke kios papah (asal jawab).
Mamah    : (pulang sambil nyanyi-nyanyi)
Eyang     : Kok baru pulang?
Mamah    : Lembur di kantor.
Gue        : (Mampus, nggak kompak jawabannya)
Eyang     : Oh, lembur.
Gue        : Alhamdulillah, udah lupa gue tadi ngomong apa...

#4
Gue        : Buku bekas sebanyak gini enaknya diapain nih?
Mamah    : Dikasih adek kelas.
Eyang     : DIJUAL!

Kamis, 03 Mei 2012

Ini Gaya Gue :P

0 komentar

Nggak tau nih, gue enjoy banget pake HP busuk buluk kayak gitu. Buat gue, i-pon, smart pon, tablet pc, BB, gadget yang harganya selangit, masih kalah level sama HP gue yang layarnya cuma seukuran pas poto ijazah :D

Gue lebih PD pake HP macam gitu :P
Pas lagi kumpul sama temen-temen, nggak jarang mereka pada komentar, “Hey, touch screen lo mana?”, “Hari gini, BB loh, keren.” Atau kalo nggak, “Anak SMP aja bawaannya smart pon. Masa lo kalah sih?”

Haha, biar buluk gitu tapi performanya keren tau. Lebih dari BB lo :D
Kalo lo mati gaya gara-gara BB lowbat, gue masih bisa gaya, sob. HP buluk gue batrenya tahan 3 hari :D
Kalo kantong lo cepet kempes gara-gara BB lo sarapannya mahal, HP buluk gue seminggu cuma sarapan sekali, 5 ribu cukup lah :P

HP buluk, why not?
Cuma buat lo yang pengen belajar menghargai duit bokap sama nyokap :D

*Nggak gaul? Biarin :D (yang penting bisa nabung buat beli rumah) hahaha.

Ala Gue :D

0 komentar






*Buku kuliah yang gue kumpulin selama 3 tahun. Cuma itu, nggak nambah-nambah (dan bajakan semua) :P







*Dan ini..... novel yang gue kumpulin selama sebulan libur kuliah :D




yah, itulah gue dengan segala kebodohan yang gue punya ^0^

Minggu, 29 April 2012

Kemal's joke XP

4 komentar
Orang tuh kalo lagi patah hati bawaannya galau. Suatu ketika ada mahasiswa bolos kuliah, ketahuan sama dosennya.
Dosen: Kamu bolos ya?
Mahasiswa: Iya, Dos. Lagi galau saya, bad mood.

Andai galau bisa jadi pertimbangan dalam sebuah negosiasi.
Malaikat: Kamu dipanggil Tuhan sekarang juga.
Manusia: Jangan sekarang ya Malaikat, saya lagi galau nih. Nanti aja ya.
Malaikat: Nggak bisa, harus sekarang!
Manusia: Saya nggak bisa kalo sekarang, ya Malaikat.
Malaikat: Saya nggak mau tau.
Manusia: Ah, kalo gitu saya bunuh diri aja.
Malaikat: BAGUS.

@stand up comedy indonesia

Jumat, 20 April 2012

Maruko-chan ^^,

0 komentar




Maruko...

yattaa... yattaaa....^^9

hulala hulala, hulalaa hulalaa :D

ini anak bikinnya gimana sih? bisa imut gitu ^o^

'Celeng'an

0 komentar

ini namanya celengan.
celengan gue punya face garang, tapi isinya sama sekali nggak garang. bisa dibilang mengenaskan.

gimana enggak??????

lihat bokongnya!
taraaaaaaaaa


*B-O-L-O-N-G*

Senin, 16 April 2012

*** Little (Meaningful) Gift comes from Korea ^^

0 komentar
Casio Water Resist :D



**Oleh-oleh dari Korea :P
gue inget detail moment itu. ternyata tangan gue beruntung banget bisa pake Casio pemberian ... (sensor aja ah).

dulu katanya si baik hati itu sering mampir ke blog gue. tapi sekarang, nggak tau deh. pesen aja: kalo kebetulan lo mampir trus baca catetan gue ini, comment dong. cuma pengen bilang, thanks yah, Casio dari lo berguna banget buat gue :P

gue jadi keinget gimana ceritanya bisa kenal, bisa kontakan, bisa ketemu, bisa jauhan, bisa lost kontak, sampai sekarang udah jauuuuh bangettt. proses yang singkat kalo gue bilang. dan kayaknya udah nggak mungkin buat kontakan lagi kalo nggak lewat halaman beginian. hehehehe.....

Minggu, 08 April 2012

Tragedi XP

2 komentar
*tragedi galau yang ternyata masih mewabah :P

note ini sampe gue tempel di pintu almari. maksudnya si biar nggak galau lagi. tapi rupanya virus galau masih menggilaaaa.



*tragedi mix-tea malpraktek

hasil karya temen gue, ana. pas coffee break, niatnya bikin coffee mix. ternyata jadinya mix-tea (salah resep). gula satu sendok (biar nggak cepet kena diabetes), creamer 3 sendok, teh panas satu cangkir. rasanya mantappppp ^ekspresi mo muntah^. selama seminar, gue kayak orang keracunan.


*tragedi kalah perang sama pisau dapur

nggak ngerti dah, emang gue nggak bakat masak apa si pisau lagi sensi sama gue. yang jelas, kalah perang sama pisau tuh rasanya menyakitkannnnn ^o^

Sabtu, 07 April 2012

Move on

0 komentar
gue pikir semua bisa diulang dari awal. dari ketika kita semua bukan siapa-siapa. dan nggak kenal satu sama lain.

gue pikir dunia ini cuma mimpi. berharap suatu saat nanti gue bakal bangun dan sadar kalo ini semua nggak nyata. kemudian menemukan sebuah kehidupan baru yang benar-benar nyata. tapi gue salah. ini fakta.

gue pikir kehidupan adalah seperti roda. yang pada akhirnya kembali di titik nol. apa yang terjadi saat ini akan terjadi lagi di suatu masa nanti. Ough, kayaknyanya antara benar dan salah. waktu nggak akan pernah terulang. mungkin akan ada hal yang sama, tapi keadaan udah berbeda. maka semuanya juga bakal terasa berbeda.

oke, now face d'reality.

ini fakta, ini nyata. waktu nggak bisa diputer balik. keadaan bukan untuk disesali. tapi kesalahan harus diperbaiki.



move on yaa ;)

Rabu, 04 April 2012

Warning!

1 komentar
Waspada yah, bagi para cewek yang dimanis-manisin sama cowok. Kata bang Radit, cowok tuh cuma ada dua tipe, kalo nggak bajingan, dia homo. Ini bang Radit lho ya yang bilang, bukan gue… :P

Gue baru beberapa bulan kemaren dimanis-manisin sama cowok. Ceritanya, dia baru putus sama pacarnya. Nah, gue curiganya disini nih. Gampang banget pindah ke lain hati. Untung gue punya perinsip “bodo amat”, bukan bodo yang teramat sangat. Cuek deh sama statement dia yang selangit. Baru kemaren gue buka fb-nya. Udah in a relationship aja dia. Dari sini, gue jadi percaya sama omongannya bang Radit. Padahal tadinya gue bilang freak. Hehe.

Fenomena oh fenomena…
Boy, kalo sikap lo kayak gitu, apa bedanya lo sama cowok lain (yang dibilang sama bang Radit)?
Gue nggak tau ya, ini emang lo yang terlalu sadis apa pacar baru lo yang rabun… hehe..

Selasa, 27 Maret 2012

Galau yang Mewabah ^^'

0 komentar

Sabtu, 17 Maret 2012

The Way to Remember ^^

0 komentar


Hoey hoey..... galau lagiii....

Galau... Galau...
Lagi-lagi galau. Persiapan praktek klinik di Puskesmas: ZONK! Nggak ngerti nantinya bakal ngapain aja di Puskesmas. So, praktek klinik kali ini modalnya adalah nyawa dan sepatah kata “nekat”. Haha, bodoh -_-

Ada beberapa hal yang menurutku terlalu sayang buat dilupakan. Hal yang unik buat para pemula. Oke, just read dis one ^^

SIMPUS
1st day, nggak nyangka kalo di Puskesmas tuh seharian kerjaannya cuma duduk di depan komputer.

SIMPUS: dari backgoundnya sih kayak semacam permainan, ada gambar gelas, uler, pil sama orang yang nggak punya muka. Tapi ini fungsinya buat masukin data. Pakenya sistem networking, jadi bisa langsung diakses sama kantor pusat.

Nah, adanya cuma di Puskesmas, seorang perawat praktikan kerjanya ngadep komputer seharian. Senjatanya mouse, link browse, kode: J10, J11, K29, I10, M23, B00 dan kawan-kawan. huah, pegel di mata.

Pak Didik
Ini dia sosok pembimbing klinik idola :D
Smart tapi santai. Pagi-pagi lepas apel langsung stand di Poli Umum, buka koran lebar-lebar, kalo nggak itu malah nge-game. Bener-bener dahh....

Pak Joko
Mister pro praktikan. Dari hal kecil sampe hal besar. Dari ikutan repot nyari kabel sampe ngurusin ijin presentasi yang harusnya bisa dikerjain sendiri sama mahasiswa praktikan. Huahhh, great thanks pak Joko :D

Bu Esti
Bu Esti ini juga pro praktikan. Sekilas dilihat rada garang, ceplas ceplos, tapi aslinya.... wuuuu, kayak malaikatnya praktikan ^^ (I think :D)

Pak Agus
Bapaknya ini jaga di FO. Orangnya rada ribet, tapi asik diajak curhat. Wakakakak. Itu dia alesannya kenapa praktikan banyak yang seneng jaga di FO.

Mbak Oom
Kalo ini mbak bidan yang cantik, baik, banyak yang ngefans. Hah, bzzzz......

Kemaren sempet keceplosan pas ngobrol sama pak Agus :D
“Mbak Oom tuh cantik ya, dek?” nggak tau ini jujur apa keceplosan.
“Iya e, Pak. Padahal banyak orang bilang kalo bidan ki identik dengan kegarangan. Haha.” Kalo ini jujur :P
“Tergoda aku, dek.”
Hahh???? “Hati-hati, anak istri menanti dirumah.” Hohohoho...

(terbongkar sudah rahasiamu, Pak. Ampuuuunn. hehe)

Ekspedisi (Di kolong sebuah harapan)
Galau sesi yang kesekian kali. Jelang hari ke-3 praktek klinik tapi belum juga dapet kasus. Awalnya cuma mondar-mandir ruang tunggu. Misinya cari pasien yang kiranya ramah, open minded, welcome, bersedia dihome visite plus nggak ribet kasusnya. Dan bertemulah sama seorang pasien berinisial S. Kasusnya reumathoid arthritis, cukup oke lah buat tipe-tipe orang yang males ribet macem aku. Haha.

Bermodal nama dan alamat, tanya sana sini, kesasar nggak tau dimana, muter-muter nggak jelas, akhirnya ketemu juga rumah yang dicari. Rumah? Sumpah, kaget pas tau keadaan rumahnya. “Kayak gini ini bisa disebut rumah nggak ya?”

Hmm, aku aja suka ngeluh, ngomel, sebel pas kamar tuker di depan. Apaan, kamar sempit ini. Tapi pas liat rumah pasien yang ukurannya cuma 6x2 meter persegi, yang letaknya di bawah jembatan antar gedung RS swasta, yang dindingnya dibuat pake seng, yang lantainya tanah, yang lampunya cuma satu, nggak punya jendela. Huaaaaa, mirissssss.... ternyata jauhhhh lebih mending kamarku yang walopun sempit tapi masih nyaman buat bobok, kasur empuk, lante keramik, tembok utuh, langit-langit lengkap.. huhu..

“Kalo air kotor ngalirnya kemana, bu?”
“Ya dibawah rumah, nak. Ini langsung selokan bawahnya.” Haaaaahhhh?????
“Kalo mandi? BAB? Masak? Airnya?”
“Numpang tetangga.”
Astaga >,<

“Ibu tinggal sama siapa?”
“Sendirian, nak, sejak bapak ndak ada. Ibu juga ndak punya anak. Jadi ya ada tetangga aja udah sukur.”

Baru paham, masih ada yang beginian di tengah kota yang lagi gencar memamerkan kebudayaan, keramahan dan kecerdasan. Ini potret kemiskinan, sodara-sodara. Baru sadar juga kalo masih ada orang yang dengan kuat bertahan dibawah kolong sebuah harapan.

Wokee, stop stop stop!!!

Mendadak galau sesi kesekian kali lebih sekian kali. Cari mati kalo sampe ngangkat kasus ini. Kalo ditanya intervensi, masak iya mau jawab, “bikinin rumah buat si pasien”????

Ekspedisi (Bagian 2)
Ekspedisi berikutnya masih dalam rangka cari pasien kelolaan. Dapet, ibu-ibu yang tinggalnya di bantaran sungai Cengklik. Pas diobservasi, akh, sama aja kasusnya sanitasi lingkungan. Berhubung kepepet, ya udah diambil jadi kelolaan. Ini modalnya (lagi-lagi) nekat. Bodo amat!


“Kamis” punya orang jawa
Harusnya judulnya tuh “Kamis Punya Budaya” :D
Kalo hari Kamis, semua pegawai institusi pemerintah se-Surakarta wajib hukumnya pake pakean adat Jawa. Nah, termasuk para pegawai Puskesmas. Bapak-bapak pake beskap, ibu-ibu pake kebaya. Beskapnya bapak-bapak warna putih gading, bawahannya lucu. Kenapa lucu? Eahh, diliat dari depan kayak asli pake bawahan sarung batik. Tapi diliat dari belakang jadinya celana batik. Hehemmm, aneh ato unik????

Yang bikin penasaran, kalo ada pasien pingsan ato butuh diangkat, ribet nggak ya?

Apel pagi
Apel pagi juga punya cerita. Hehe...
Apel pagi kalo hari Kamis pakenya bahasa Jawa halus.
“Siogo tanjo!” (Siap grak!) ini pertama denger malah kayak bilang “siogo, ta’ ye”.
“Dhumateng ..... (lupa)...... paring pikurmatan tanjo!” (kepada pemimpin apel, hormat grak!)
Belom lagi kalo dengerin amanat apel pake bahasa jawa halus, pusing dah. Jujur kie.

Pusling bukan pusing (Puskesmas Keliling)
1st time ikut pusling, bikin was-was. Kita puslingnya di pangkalan WTS/PSK oey. Wedyan.... (nggak mau cerita ah soal yang ini) hahaha.

Sesi Curhat
Jangan dikira cuma ada seneng doang di Puskesmas. Iya sih banyak senengnya. Tapi ada beberapa yang bikin dongkol, ada beberapa yang blagu, ada beberapa yang kelewat garang. Kalo kata ibuknya yang di loket sih, gitu tuh dunia kerja. Belom lagi pas dines di loket. Salah dikit, pasien ngomel. Kayak kemaren pas aku sama temenku bikin ulah “mengacaukan antrean”. Hehe.... ribet booossss..... puseng.... tapi loket adalah salah satu tempat favorit dimana seseorang yang dines disono bisa dengan PDnya lepas sepatu alias cekeran.

Curhat lagi soal pribadi... (ga jelas dah)
Aku tuh tipenya obsesif, baru nyadar juga beberapa bulan yang lalu. Kalo pengen A ya harus A. Tipenya nggak gampang percaya sama hasil kerja orang lain. Ini nih yang sebenernya salah. Udah nyadar juga sih, tapi susah banget ngerubahnya. Wkkkk....

Jadi maap ya, temem-temen.... kalo aku seringnya rada sensi kalo soal kerja kelompok. Nyadar kalo kerja kelompok itu emang hasilnya bareng-bareng. Tapi kalo kita bisa kerja maksimal, kenapa enggak? Gitu maksudku, nggak ada niat jelek kok :)

*di sela sesi penyusunan naskah presentasi kasus





















Satu lagi, ini diluar konten yang tadi dan barusan.
Kita udah berusaha buat jadi orang yang “nggak itung-itungan” dalam artian merelakan sebagian dari jatah jajan buat kepentingan bersama. Tapi kok pada nggak peka yaaaa? Bukan minta balasan ato pujian, tapi mbok ya nyadar kalo kita tuh hidup saling membutuhkan. Mau nggak mau, sedikit ato banyak, kita bakalan tergantung sama orang lain. Yaues, itu ajah. Moga-moga bisa jadi pembelajaran.
Tuhan nggak tidur buat ngitung seberapa banyak senyum yang nggak terbalas, sapa yang nggak terjawab dan lalah yang tertinggal. Begitu kata sahabat :D

*kalo ini pas selesai presentasi kasus ^^

Minggu, 04 Maret 2012

"Edisi Galau" sodara sodaraaaa

1 komentar

Mendadak inget moment-moment itu. Waktu pertama ketemu di depan kampus, nonton Nightmare in Elm Street di bioskop Singosaren Plaza, kasih makan rusa di taman Balekambang, cerita ngalor ngidul di pinggir kolam sambil liat ikan, makan di Cafetaria, jalan-jalan ke Sragen, mampir ke bakso Cinta, jajan kelapa muda sambil liat langit. Inget waktu main gitar, nyanyiin lagu buat aku, makan jagung bakar, pagi-pagi buta udah sampe kos-kosan cuma mau ngajakin makan bubur, sore-sore muncul di kampus buat ngasih coklat...

Waaaaa, jadi galau nee....

But, thanks a lot buat dua bulan itu :)
Dua bulan yang luar biasa kalo dilihat dari cara pacaran kita yang sederhana. Dimana waktu dua bulan itu nggak ada acara ngambek-ngambekkan, marah-marahan. Semua berjalan normal-normal aja, I think. Tapi aku salut sama kesabaran kamu, mas ^^. Nggak pernah protes kalo aku sibuk sama urusan kampus. Paling suka pas kamu bilang, “iya, ngerti kok. Aku kan juga pernah ngrasain sibuknya jadi anak kampus.” Hyaa, so sweeeetttt....

Cara pacaran yang aneh kalo temenku bilang. “Aneh, orang pacaran kok inboxnya cuma ada tujuh SMS seharinya.” But that’s real. Itu uniknya kamu. Nggak suka ngemis perhatian lewat SMS. Paham kalo aku juga nggak suka terlalu intens lewat SMS. Sesuatu yang luar biasa pas kamu nyisain sedikit waktu buat telfon ato sekedar ketemu cari cemilan. Buat aku, yang kayak gini nih cara pacaran yang nggak ‘norak’. Hoho.

Aku inget temenku pernah bilang gini, “Kamu yakin kalo cowok kamu tuh nggak lagi jalan sama cewek lain?” haha, konyol. Kalo aku sih bodo amat. Intinya waktu itu aku percaya sama kamu, aku kasi kebebasan sama kamu. Karena kamu juga nggak pernah ngatur-ngatur aku. That’s good, and am so enjoy with my own life.

Walopun pada akhirnya kita putus juga. Wkwkwk.....
(putus tanpa masalah critanya)

Hmmh, salut.... salut....
Salut sama komitmen kamu yang super. Kita udah bukan apa-apa tapi masih bisa jalan bareng. Kamu yang udah punya pengganti, tapi masih sempet aja jemput aku dari kampus, dari klinik, masih mau traktir makan, masih asik diajak ketawa bareng.

:)
Just like there’s no line between. Love for being a part of ur story, love to be ur sista :)
No matter with whom we’re now ^^

Sabtu, 03 Maret 2012

Visiting Dentist ^^

0 komentar
Hahaiiiii.....
Today, I’ll share about my 1st experience visiting dentist ^^

Kedengeran dudul banget yahh?
Hemh, emang dudul. Memalukan. Haha.

Oke, sebenernya aku ke dokter gigi tuh bukan gara-gara sakit gigi. Tapi ini lhoo, si geraham susu nggak mau lepas juga. Padahal si geraham dewasa udah main dorong aja pengen cepet-cepet keluar. Nah si geraham susunya ngeyel tuh. Jadilah visiting dentist.

Singkatnya, aku ke dokter gigi dianter bapak. Begitu sampai klinik dapet antrian nomor dua. Yahh, musti nunggu dah. Si pengantri pertama masuk, maka galaulah saya. Tiba-tiba stress mendadak pas denger alat sang dokter bunyi keras banget. Mas petugas pendaftaran kayaknya paham gelagatku. Akhirnya aku ditontonin spongebob sama masnya. Udah gitu volumenya dikerasin biar suara yang dari dalem nggak kedengeran sama aku. Haha, tengsin parahhhh -_____-

Masih dalam penantian antrian ke-dua dipanggil masuk, masih dalam keadaan galau, sampai-sampai nggak keitung itu kartu pendaftaran di tanganku jatuh ke lantai. Pas baca majalah, rada tenang. Sampai pada akhirnya antrian ke-dua masuk ke ruang periksa. Bzzzz, dag dig dug...

Oke, ada dialog antara aku dan dokter gigi. Cekidot..
Dokter : apa yang dikeluhkan?
Aku : ini lho dok, masak gigi saya nggak mau lepas juga. padahal udah didorong sama gigi atasnya.
Dokter : (keliatan bingung) (terus nyalain lampu) (terus liat gigi gerahamku yang mengenaskan nasibnya)
Aku : (bengong aja) (sambil berdoa moga-moga ngga ada penganiayaan nantinya)
Dokter : umur kamu berapa?
Aku : 20 dok. Hehe...
Dokter : ini gigi harusnya udah copot dari umur 12. Telatnya keren, sampe 8 taun.
Aku : iya makanya itu dok. Kirain bakal lepas sendiri, ternyata ngeyel banget nggak mau lepas. Ini juga udah agak lama goyang sih (ngeles).
Dokter : masih kuliah?
Aku : iya (agaknya nyembunyiin identitas)
Dokter : dimana? (ini udah masuk proses pengeksekusian)
Bapak : poltekkes dok, perawat.
Aku : AAAAAA!!!! (ini teriakan sakit sama tambahan protes gara-gara si bapak buka identitas)
Dokter : poltekkes? Lha kok bisa kecolongan sampe giginya kayak gini.
Aku : (hening)
Dokter : udah selesai. Sakit?
Aku : (mangut-mangut sambil kumur-kumur)
Dokter : ini giginya mau dibawa pulang nggak?
Aku : (shock) engga usah aja deh, dok.
Dokter : (senyum-senyum) mau liat dulu buat yang terakhir kalinya, ato mau difoto?
Aku : (tampang ngeri) engga mau ah.
Dokter : (nyiapin obat sambil ngobrol ngga jelas sama bapak) jadi total 80 ribu.
Aku : (dalam ati:: apes, udah gigi ilang, sakit, 80 ribu melayang) (tapi cuma bisa senyum-senyum doang)

Bhahaha, kalo kasus gini nih yang salah giginya, aku ato siapa coba? -______-
Well, cukup sudah episode mengunjungi dokter gigi. Nggak lagi-lagi dehhhhhhh. Sakit >,<

Pesan moral: rawatlah gigimu sebaik-baiknya :P

gigi gw udah OKE sekarang :D

Kamis, 09 Februari 2012

Hey, KAMU :)

2 komentar
hey, seandainya kita bisa bertemu, berhadapan dan berkawan.
akan ada banyak kalimat yang mungkin kusampaikan :)
akan ada banyak canda yang mungkin kulepaskan :)
akan ada banyak ilmu yang mungkin kita bisa saling tukar :)

hmm.... tapi sayang....

aku sendiri tak pernah tau apa sebabnya...
hingga setiap pertemuan kita hanya kata "hay" yang tersampaikan.
entah aku yang tak bernyali atau kamu yang terlalu angkuh, entahlah.
mungkin malah kedua alasan itu memang benar adanya.

ah, aku terlalu sibuk memikirkan hal itu.
ambisiku...
bayanganmu...
perasaanku...
penasaranku...
mimpi-mimpiku...
ketidakpedulianmu...
dan kamulah yang pantas disalahkan atas munculnya kembali kata 'Galau' dalam kamus 2012ku. kamu!

^^
ups, maaf :)

dan andai kata...
masih ada kesempatan untuk kamu menyapa seorang aku yang bukan apa-apa ini,
berkawan dengan aku yang teramat jauh di bawah kamu :)
tak akan kuulangi lagi memenggilmu dengan sebutan 'si jutek' :D

**aku tak tau ini perasaan apa. katakan saja aku mengaguminya. katakan aku ngefans sama dia. tapi jangan katakan aku jatuh hati karena aku tidak sedang bermimpi ^^
it's so imposible taukk >,<

hey, Kamu!
jangan jutek lagi donk >D
aku tau kamu ngga kayak gitu kalo sama orang lain -__-
salahku apa sih? O.o
hohoho....

dedicated to: "si jutek" -A-
semoga kamu baca ini atau biar Tuhan yang menyampaikan. haha ^^

Selasa, 31 Januari 2012

Choice ^o^

3 komentar
Dalam hati ingin memiliki, tapi rupanya Tuhan memberiku waktu lebih untuk menikmati indahnya sendiri. ^^

Bukan munafik. Sebenernya pengen juga kayak mereka. Tapi kalo inget harapan-harapan besar ibuk bapak jadi gimanaaa gitu. Mereka pernah pesen sesuatu, nempel banget di hati, “Dek, jangan cuma gara-gara pacaran di usia 20 tahun lalu kamu menyesal ketika nanti kamu temukan orang yang lebih baik di usiamu selanjutnya.”

Sebenernya bukan cuma itu yang jadi point. Ibuk bapak menyampaikan kalimat, “jangan mudah membiarkan orang lain terlalu berharap karena mungkin nanti kamu akan meninggalkannya."

Nah, kemaren ada sahabat bertanya, “tanpa menjalin relationship, mana kita tau orang itu tepat buat kita atau enggak?”

Hmm... aku sempet mikir, iya juga sih. Namanya juga usaha. Tapi ternyata jawaban itu muncul bisa dari mana saja :)

Sebuah tulisan menjelaskan sesuatu padaku, bahwa jodoh itu sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa. Tuhan bisa membolak-balik keadaan, mendekatkan yang jauh dan meluarbiasakan jodoh yang biasa-biasa saja. Usaha nggak cuma dengan berstatus in a relationship. Tuhan maha mendengar bahkan yang nggak bisa didengar makhluk lain. Usaha terbaik adalah menjadikan diri kita sebaik-baiknya manusia dan berdoa agar Tuhan menganugerahkan pada kita seseorang yang kita memiliki hak untuk mendapatkannya. Agree? ^^

Well, mungkin nggak ada manusia yang sempurna. Tapi sempurna merupakan suatu kriteria. Setiap orang mengriteriakan berbeda tentang kata sempurna. So, sempurna bukanlah standar.

Semoga kelak kudapatkan seseorang yang sempurna...
... yang bisa menjadi panutan buat aku dan anak-anakku.
... yang bisa tetap semangat dan menyemangati ketika dia, aku dan anak-anakku dipaksa oleh keadaan untuk terjatuh.
... yang bisa membimbing dirinya, aku dan anak-anakku untuk berbahagia dalam kesulitan. Tetap terlihat bahagia di depan orang lain dan membiarkan kesulitan itu hanya berada di dalam rumah tanpa harus orang lain mengetahuinya.
... yang bisa menjadi bapak idola buat anak-anakku. Memberikan cinta, menumbuhkan mimpi, menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dibalik suksesnya anak-anakku nanti.
... yang bisa mendidik anak-anakku dengan kebijaksanaan, bukan suara keras atau tangan yang membuat anak-anakku tumbuh dalam tekanan dan ketakutan.
... yang bisa memastikan dirinya bersama aku mampu hidup dan menghidupi anak-anakku hingga mereka menjadi orang yang juga bisa hidup dan menghidupi :)
... yang di usia senja nanti masih bisa menabur semangat dan kebahagiaan untuk anak cucunya ^^

*kalo dikasi oleh Tuhan wajah yang rupawan, alhamdulillah...
*kalo dikasi oleh Tuhan seorang hartawan, alhamdulillah ^^ (berarti diijinkan untuk lebih lama bersyukur dan bersodaqoh) amiiin :D




__ setiap orang wajib berharap, wajib pula bersyukur __
Finnally, semoga tercapai apa yang menjadi doa kita selama ini, amin :)

Remember: kita boleh punya kriteria, tapi tak menutup kemungkinan bahwa seseorang yang kita kriteriakan juga memiliki kriteria tersendiri.

Persons Called 'Teacher'

0 komentar
Yap, suddenly, am interested to talking more about persons called “teacher”. Check dis one :)


Dia merupakan sebuah konsep yang ditanamkan pada diriku sebagai profesi yang mulia, dialah pahlawan tanpa tanda jasa. Mendidik, mengajari kita untuk sekedar bisa mengeja huruf dari A, B, C hingga Z, berhitung, menjumlah, menganalisa dan memecahkan masalah.

Dialah profesi yang mulia. Yang HANYA mengajarkan mengeja huruf bagi anak-anak yang mulai memasuki dunia baca tulis. Begitukah beberapa orang menganggap sebuah profesi yang mulia itu. Terkadang yang jadi pertanyaan mereka adalah apakah seorang guru hanya akan mengajari murid-muridnya untuk membaca, menulis dan berhitung? Sedangkan yang perlu dididik adalah bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga meliputi mental anak. Maka jawabannya adalah YA. Ya, Guru HANYA mengajari untuk membaca dan menulis. Profesi yang hebat, bukan?

Mengajari membaca dan menulis ternyata adalah hal yang luar biasa. Ibarat membuka pintu baru yang belum terbuka, Guru memperkenalkan dan mengajari bahkan memaksa sang murid untuk bisa membaca dan menulis. Ketika nanti si murid telah bisa membaca, bukankah akan menjadi mudah untuk masuknya ilmu dari buku-buku yang mereka baca? Semakin murid itu banyak membaca, semakin banyak ilmu yang masuk, dia akan semakin pintar dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang yang berhasil. Dari mana awalnya semua itu? Jawabannya adalah dari seorang guu yang HANYA mengajari anak muridnya untuk membaca dan menulis.

Perkara yang klasik, kita sering memandang seorang guru dari ramah atau galaknya, mentoleransi atau menghukum murid yang tidak atau belum mengerjakan tugas dan menjewer atau sekedar membiarkan murid yang nakal. Ya, sebatas itu saja. Padahal semua guru tujuannya adalah satu, yaitu mencerdaskan anak bangsa. Masalah cara mendidik, setiap orang memiliki gaya berbeda, kan? Itu yang membuat kehebatan mereka tersamarkan.

“Ah, profesi apa? Cuma guru?”
Masih akankah ada pertanyaan semacam itu? Jika iya, maka sang penanya lupa bahwa yang menjadikan mereka seperti sekarang ini adalah kemampuan, perjuangan mereka sendiri dan campur tangan seorang guru.

Single, why not? :P

0 komentar

Kenapa resah?
Kenapa gelisah?
Kenapa malu?

Hey, you are the single person. You are fully yours. Harusnya kamu bangga, sayang. Di usiamu yang muda, kamu masih diberi banyak kesempatan untuk memikirkan masa depan. You are single. Disini ada banyak alasan yang mungkin belum kamu ketahui. Percayalah…

Oke, mungkin Tuhan masih sibuk memilihkan laki-laki yang pantas untukmu. Mungkin memang laki-laki bertebaran di sekelilingmu. Bukan tak mungkin tak ada satupun yang Tuhan kehendaki untuk kau miliki. Kalaupun iya, belum saatnya, sayang :)

Alasan ke-dua. Klasik, kamu terlalu baik untuk mereka. Bukan dari penampilan fisik, bukan. Tapi dari hati. Kenapa mereka tak memilih kamu saja? Padahal kamu baik untuk mereka. Seribu kemungkinan mengatakan, mereka memilih seseorang yang mampu mengimbangi pribadi meraka. Bukan mereka akan merasa kalah seandainya memiliki kamu, tapi mereka akan kesulitan mengimbangi kamu. Nanti, kamu akan mendapatkan seseorang yang sesuai dengan karaktermu, atas pilihan Allah tentunya.

Alasan ke-tiga. Semakin klasik, orang tuamu terlalu sayang kamu. Keridhaan Allah terletak pada keridhaan orang tua. Ketika orang tuamu belum menghendaki kamu untuk memulai sesuatu yang baru, aku yakin Allah pun belum akan memberimu sesuatu itu. Seberapa sering kamu meminta, seberapa besar perjuangan kamu, ketika Allah belum memberi, maka bukan karena Allah tak mau memberi, tapi nanti ketika tiba saatnya kamu akan mendapatkan apa yang pantas untuk kamu dapatkan.

Alasan ke-empat. Allah yang terlalu sayang kamu. Dia ingin kamu menjadi anak yang baik. Dia ingin cintamu utuh. Dia ingin kamu tumbuh dalam kebaikan. Dia memberi kamu kesempatan untuk membahagiakan orang-orang disekitarmu. Dia memberi kamu waktu untuk menjadi dewasa. Dia memberi kamu kesempatan agar nanti pada pasangan hidupmu kamu bisa berkata, “I am fully yours.”

Alasan ke-lima. Lihat teman-temanmu, lihat mereka yang menangis ketika tersakiti, lihat mereka yang membenci ketika dikhianati. Allah tak ingin kamu seperti itu… Allah menghendaki kamu menjadi pribadi yang bersahabat, pribadi yang menghargai persaudaraan, bukan perselisihan.

Alasan ke-enam. Simpel... rasakan betapa banyak cinta-cinta yang datang dari keluarga, sahabat, teman, bahkan orang yang belum kamu kenal sekalipun. Dahsyatnya lebih dari sekedar dicintai seorang kekasih, percayalah :)

The last, Dia akan mengukur seberapa tangguh kamu menghadapi situasi ini. Dia akan menilai seberapa jauh kamu mampu melangkah mempelajari keadaan dan alasan-alasan mengapa kamu ditakdirkan seperti ini. Dia akan memberimu yang terbaik. Bukankah scenario-Nya adalah yang paling sempurna?
Yuk, mari sama-sama berpositif thinking. Insya Allah nggak ngecewain kok ;-)


Cacil:: bukan maksud saya sok pinter ato gimana… niat utama cuma berbagi, selanjutnya ingin memantapkan hati. Semoga bisa diterima :)

Finally, thanks udah menyempatkan diri buat baca note gaje ini. Hhohooo….
 

R.I.N Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea