Minggu, 18 September 2011

Nothing Important :P

2 komentar
Ini cuma sebuah catatan kecil. Kalo nggak berkenan buat baca, cukup kamu pandang sejenak senyum-senyum tulus itu. Terima kasih udah menyempatkan diri buat mampir :P

Wakzz, actually nothing important here ^^



Beberapa hal nggak penting tentang gambar --->

Paling atas:
*Diambilnya pas di Tanah Lot, Bali. Cantik-cantik kan? Nah, itu nggak tau juga senyumnya tulus ato dibikin tulus. Gitu deh kalo udah di depan kamera. Nggak peduli mau di laut, gunung ato kuburan. Yang penting tetep cantik.

Baris ke-dua:
*Kalo yang itu pas makan-makan di tengah danau. Maksudnya di tengah danau itu ada warung makannya gitu. Perjuangan banget mau makan doang. Berangkatnya aja musti kesasar. Trus sedekah dulu buat negara, 50 ribu gara-gara ketangkep nglanggar lampu merah. Cape dahh, biasanya juga cuma 20 ribu. Tapi, noh di foto udah pada bisa senyum. Emang dasarnya aja narsis... hohooo...
Baris ke-tiga:

*Loncat lagi ke Bali. Kuta beach, terminalnya turis manca. Wuahh, itu fotonya rada maksain. Liat aja, pada nahan panas gitu masih sempet pasang tampang cantik. Tapi emang cantik kan ya.... Gubrakk!!!

Paling bawah:
*Sok akrab :P (haha)

#nggak bosen-bosen liatin foto-foto itu :)
#senyum-senyum itu jangan cukup sampai disini ya, sobb :)
#walopun kita udah pisah-pisah, tapi seneng bisa tetep akrab kayak kemaren :)
#nice friendship, never ending story :D

Sabtu, 17 September 2011

Salah :)

0 komentar
Salah jika dikatakan bahwa jatuh cinta adalah sesuatu yang salah dan pantas untuk dipersalahkan.

Sekilas, memang bisa dikatakan jatuh cinta merupakan suatu kesalahan. Ini terjadi pada beberapa keadaan.

Tapi...
Suatu ketika memang perlu untuk meninggalkan seseorang karena tiga alasan:
- Salah cara mencintai
- Salah menempatkan diri
- Salah mengartikan keadaan

Dan pada akhirnya, bersedia atau dengan terpaksa, lebih baik sendiri dulu.

ini akan jauh lebih baik

Rabu, 14 September 2011

Bacalah Ketika Hatimu Mengecil :)

0 komentar
Kawan...

Ketika kau merasa lemah, ketika kau merasa bukanlah apa-apa, pejamkan mata kemudian tersenyumlah. Kau akan merasakan hatimu sedikit lebih baik. Tersenyumlah, walau air mata tak mampu kau tahan lagi. Biarkan ia mengalir. Kau tau, dalam setiap tetes air mata itu terdapat mili demi mili beban berat yang dapat mengecilkan hatimu. Biarkan ia lepas.

Lalu ketika tangismu mulai reda, buatlah hatimu merasa nyaman dengan caramu sendiri. Dengarkan aku, aku ingin bicara.

Kawan, aku bisikkan sesuatu untukmu. Bahwa tak ada orang berhati besar yang tak pernah berkecil hati. Kenapa? Karena mereka manusia biasa, sama seperti kita. Yang membedakan sehingga ia disebuat berhati besar hanyalah satu hal, ia mampu membesarkan hatinya yang tengah mengecil.

Kau tak pernah lemah, kawan. Kau hanya merasa sedukit lelah. Maka beristirahatlah. Temui kekasihmu dan serahkan beban beratmu melalui sebait doa. Disana telah ada Tuhan-mu yang tersenyum menanti penyerahanmu itu. Jangan ragu, kawan. Ia tempatmu berserah, maka itulah mengapa Ia kau sebut dengan Tuhan.

Serahkan dirimu yang kau rasa kecil itu. Serahkan kecilnya dirimu yang menggenggam harapan besar. Serahkan dengan ikhlas walaupun kala itu kau tak muliki lagi diri dan hidupmu sendiri. Yakinlah, dirimu adalah milik-Nya. Ia tak akan pernah melupakanmu, Ia tak akan membiarkanmu bersedih, Ia akan membahagiakanmu dengan cara-Nya sendiri.
Kawan, sedikit resep dari sahabatmu ini :)

“Dear soul, be stronger please.”

Hidup di dunia tidaklah mudah kecuali kita sendiri yang membuatnya terasa mudah. Tidaklah bahagia kecuali kita sendiri yang membuatnya terasa bahagia. Tuhan menganugerahkan jiwa yang kuat dalam setiap raga yang Ia ciptakan. Tergantung kita yang akan tetap menjaga kekuatan jiwa itu atau membiarkannya lemah seiring dengan ujian kehidupan.

Tak ada yang mampu mendewasakan kita kecuali diri kita sendiri. Kehidupan pun tak akan mendewasakan kita kalau kita tak pernah berusaha untuk menjadi dewasa. Kehidupan hanyalah sarana, diri kita sendirilah pemeran utama. Jadi tinggal pilih saja, kuat atau lemah? Pun ketika kita menjadi sosok yang lemah, kehidupan akan tetap berjalan.

Berdirilah di depan sebuah cermin, kawan. liahat dia yang ada di hadapanmu. Dialah yang pertama kali harus kau muliakan. Katakan padanya dengan sedikit memaksa bahwa dia harus segera bangkit, menjadi pribadi yang lebih baik. Tak apa, sedikit memaksa meski dia telah lelah. Jangan takut, Tuhan bersama kita.

Because I love you ^^

0 komentar
Dia yang paling utama harus kita muliakan adalah dia yang kita lihat ketika kita berdiri di depan cermin.

Berdirilah, tersenyumlah, katakanlah: aku tau kamu sakit hati, aku tau kamu kecewa. Hey, wake up! Mungkin aku terlalu memaksamu, tapi... yuk kita bangkit bareng. Karena aku mencintaimu :)


Because I love you, my own self :)

Satu atau dua kesalahan kecil yang secara tidak disadari sering kita lakukan: membandingkan kelemahan kita dengan kekuatan orang lain dan membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain. Bukankah itu artinya kita merendahkan diri kita sendiri? Bukankah sama artinya dengan menganggap bahwa kesalahan selalu terletak pada diri kita sendiri? Lalu kapan kita bisa bangkit kalau kita tak pernah menganggap diri kita mampu untuk bangkit? ^^

Berdirilah di depan cermin, lihatlah dia yang ada di depanmu, katakan padanya: kamu adalah pribadi yang tangguh. Aku tau kamu lelah, tapi aku yakin kamu tak pernah lemah. Because i love you, maka aku memaksamu :)

Harusnya memang seperti itu... Menunjukkan pada alam bahwa ‘aku mencintai diriku sendiri’ adalah suatu pembuktian bahwa ‘aku adalah pribadi yang tak pernah akan menyia-nyiakan diriku sendiri’ sehingga ‘aku bisa tetap tertawa ketika terluka’ dan ‘aku bisa tetap berlari ketika tersakiti’. Aku adalah pribadi yang mencintai hal sekecil apapun yang ada pada diriku sendiri. Pun ketika orang lain menganggap sesuatu yang aku cintai itu adalah sesuatu yang tak berarti.

Kamu tau? Dengan begitu, kamu akan lebih mengenal arti kata ‘syukur’ :)

Inspired by:: Mario Teguh

Sebut Saja Aku (....)

0 komentar
Teman...

Ya, teman...

Katakanlah teman baik.
Ah, terlalu dekat untuk disebut teman. Terlalu muluk disebut 'special one'.

Lalu?

Hmm, dengarkan aku :)
Bukannya aku tak mengharap lebih. Tapi aku bisa kok jadi teman yang benar-benar baik. Aku bisa kok benar-benar tulus sebagai seorang teman.

Oke, anggap saja aku ini sahabat :)
Anggap saja semua yang terjadi selama sekian ratus hari itu sebagai persembahan terbaik dari seorang sahabat.
Tidak lebih, jika itu jalan paling benar.

Aku bisa menata hati :)
Demi persahabatan -atau sebut saja persaudaraan.
 

R.I.N Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea