Kawan...
Ketika kau merasa lemah, ketika kau merasa bukanlah apa-apa, pejamkan mata kemudian tersenyumlah. Kau akan merasakan hatimu sedikit lebih baik. Tersenyumlah, walau air mata tak mampu kau tahan lagi. Biarkan ia mengalir. Kau tau, dalam setiap tetes air mata itu terdapat mili demi mili beban berat yang dapat mengecilkan hatimu. Biarkan ia lepas.
Lalu ketika tangismu mulai reda, buatlah hatimu merasa nyaman dengan caramu sendiri. Dengarkan aku, aku ingin bicara.
Kawan, aku bisikkan sesuatu untukmu. Bahwa tak ada orang berhati besar yang tak pernah berkecil hati. Kenapa? Karena mereka manusia biasa, sama seperti kita. Yang membedakan sehingga ia disebuat berhati besar hanyalah satu hal, ia mampu membesarkan hatinya yang tengah mengecil.
Kau tak pernah lemah, kawan. Kau hanya merasa sedukit lelah. Maka beristirahatlah. Temui kekasihmu dan serahkan beban beratmu melalui sebait doa. Disana telah ada Tuhan-mu yang tersenyum menanti penyerahanmu itu. Jangan ragu, kawan. Ia tempatmu berserah, maka itulah mengapa Ia kau sebut dengan Tuhan.
Serahkan dirimu yang kau rasa kecil itu. Serahkan kecilnya dirimu yang menggenggam harapan besar. Serahkan dengan ikhlas walaupun kala itu kau tak muliki lagi diri dan hidupmu sendiri. Yakinlah, dirimu adalah milik-Nya. Ia tak akan pernah melupakanmu, Ia tak akan membiarkanmu bersedih, Ia akan membahagiakanmu dengan cara-Nya sendiri.
Kawan, sedikit resep dari sahabatmu ini :)
“Dear soul, be stronger please.”
Hidup di dunia tidaklah mudah kecuali kita sendiri yang membuatnya terasa mudah. Tidaklah bahagia kecuali kita sendiri yang membuatnya terasa bahagia. Tuhan menganugerahkan jiwa yang kuat dalam setiap raga yang Ia ciptakan. Tergantung kita yang akan tetap menjaga kekuatan jiwa itu atau membiarkannya lemah seiring dengan ujian kehidupan.
Tak ada yang mampu mendewasakan kita kecuali diri kita sendiri. Kehidupan pun tak akan mendewasakan kita kalau kita tak pernah berusaha untuk menjadi dewasa. Kehidupan hanyalah sarana, diri kita sendirilah pemeran utama. Jadi tinggal pilih saja, kuat atau lemah? Pun ketika kita menjadi sosok yang lemah, kehidupan akan tetap berjalan.
Berdirilah di depan sebuah cermin, kawan. liahat dia yang ada di hadapanmu. Dialah yang pertama kali harus kau muliakan. Katakan padanya dengan sedikit memaksa bahwa dia harus segera bangkit, menjadi pribadi yang lebih baik. Tak apa, sedikit memaksa meski dia telah lelah. Jangan takut, Tuhan bersama kita.