Bismillah......
Untuk yang berkenan silakan dibaca tulisan ini.
Mungkin aku akan sedikit memaksa, menutup telinga ketika ada yang berkata, “ah, kurang kerjaan kie sing nulis.” Tapi ini bukan tulisan iseng, kawan... aku pengen menyampaikan yang mungkin belum tersampaikan. Entah karena sulit atau memang kemampuanku terbatas untuk menyampaikan di hadapan kalian. Ini tentang kita semua. Semoga bisa diambil manfaatnya.
Kawan......
Aku sering kepikiran, kok adaaaaa aja masalah yang mampir di antara kita. Entah ini aku yang berlebihan atau memang kalian juga merasakan hal yang sama. Tapi besar atau kecil, yang namanya masalah tetep masalah. Yang kecil didiemin malah jadi besar. Kalo udah besar mau jadi apa? (jangan dijawab jadi perawat -.-).
Hmm, 1st step.... yok bikin pathway.....
Gambaran aja deh, masalah itu dimunculkan bukan muncul dengan sendirinya. Ya, memang sebagian dimunculkan tanpa disadari. Dari hal sepele, jadi masalah pribadi (dianggap gak penting), kebawa sampe forum (bisa diatasi, tapi apa di belakang baik-baik saja?).
Teman, dalam keadaan composmentis... sadar sepenuhnya... bukan aku tak pernah melakukan kesalahan. Faktanya kita sama-sama masih belum benar-benar pandai dalam menyikapi sebuah kehidupan. Aku pernah berburuk sangka, aku pernah memendam emosi, aku pernah tak peduli dan bukan berarti aku tak pernah membenci.
Kita ini hidup diantara perbedaan, kawan. Sakit hati itu manusiawi.... dan kesalahan itu wajar karena memang manusia tempatnya salah. Disini, kita sama-sama belajar bagaimana cara menghargai, bagaimana cara bersosialisasi, belajar mengerti bahwa persaudaraan itu hal yang luar biasa, dan menjadikan tiga puluh tujuh insan yang berbeda menjadi suatu kekuatan yang hebat.
Jika kita benar-benar sudah dewasa, aku yakin kita bisa berfikir jauh ke depan. Memilah mana yang prioritas dan mana yang bisa ditunda. Jika kita berkomitmen untuk suatu kebersamaan, aku yakin kita telah belajar arti dari sebuah pengorbanan. Jika memang tak bisa dipaksakan, Insya Allah kita semua bisa bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan.
Sudah saatnya kita berbenah, kawan. Mulai dari diri kita sendiri (karena mungkin Cuma kita yang tau keadaan diri kita sendiri). Sebuah karakter biarlah menjadi karakter. tapi bukan berarti tidak ada yang perlu dirubah dari diri kita. Apakah kita akan puas dengan keadaan yang statis?
Kawan...
Yok kita sama-sama berjuang.
Kayaknya lebih enak kalo kita saling membantu. Hmm, liat deh betapa hebatnya kepala suku kita memperjuangkan nasib anak buahnya. Kalo seandainya kita di posisinya, apa kita msih sabar menghadapi anak buah yang (kadang) susah dikendalikan. Termasuk ane nih yang kadang juga bandel....
Kalo di posisi dia, apa kita cukup bijaksana mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.... bahkan tak jarang suatu kebijaksanaan yang bermaksud baik, justru kita yang membuat jadi rumit. Bukan tak berarti ketua kita kesulitan mengambil sebuah keputusan, tapi karena dia menganggap kita ada, kawan.... :)
Dan sebagai anak buah, ane salutt sama pak kepala suku.... (walopun kadang sempet komplen ini itu. Hehe...)
Semoga note ini bukan cuma sekedar note. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari note ini, sebagai umpan balik kedewasaan kita. Semoga kita tidak akan pernah terhenti dalan sebuah putaran roda ‘proses’ ini. Kita mulai bersama, melangkah bersama, dan sukses bersama. amin.....
Mengenai Saya
- Ririn Novitta
- Simple | 12 Nov 1991 | Health Polytech of Surakarta | PMI Kota Surakarta - Medical Action - Disaster - Greatest Experience | Sebelas Maret Univ - Medical Center - Paramedic | Love my Life | Easy, call it all as a "Penikmat Proses" |
Selasa, 22 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar