Dia yang paling utama harus kita muliakan adalah dia yang kita lihat ketika kita berdiri di depan cermin.
Berdirilah, tersenyumlah, katakanlah: aku tau kamu sakit hati, aku tau kamu kecewa. Hey, wake up! Mungkin aku terlalu memaksamu, tapi... yuk kita bangkit bareng. Karena aku mencintaimu :)
Because I love you, my own self :)
Satu atau dua kesalahan kecil yang secara tidak disadari sering kita lakukan: membandingkan kelemahan kita dengan kekuatan orang lain dan membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain. Bukankah itu artinya kita merendahkan diri kita sendiri? Bukankah sama artinya dengan menganggap bahwa kesalahan selalu terletak pada diri kita sendiri? Lalu kapan kita bisa bangkit kalau kita tak pernah menganggap diri kita mampu untuk bangkit? ^^
Berdirilah di depan cermin, lihatlah dia yang ada di depanmu, katakan padanya: kamu adalah pribadi yang tangguh. Aku tau kamu lelah, tapi aku yakin kamu tak pernah lemah. Because i love you, maka aku memaksamu :)
Harusnya memang seperti itu... Menunjukkan pada alam bahwa ‘aku mencintai diriku sendiri’ adalah suatu pembuktian bahwa ‘aku adalah pribadi yang tak pernah akan menyia-nyiakan diriku sendiri’ sehingga ‘aku bisa tetap tertawa ketika terluka’ dan ‘aku bisa tetap berlari ketika tersakiti’. Aku adalah pribadi yang mencintai hal sekecil apapun yang ada pada diriku sendiri. Pun ketika orang lain menganggap sesuatu yang aku cintai itu adalah sesuatu yang tak berarti.
Kamu tau? Dengan begitu, kamu akan lebih mengenal arti kata ‘syukur’ :)
Inspired by:: Mario Teguh
Mengenai Saya
- Ririn Novitta
- Simple | 12 Nov 1991 | Health Polytech of Surakarta | PMI Kota Surakarta - Medical Action - Disaster - Greatest Experience | Sebelas Maret Univ - Medical Center - Paramedic | Love my Life | Easy, call it all as a "Penikmat Proses" |
Rabu, 14 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar