Kamis, 12 Agustus 2010

Dedicated to DINA, untuk Keteguhan Hatinya

“menangislah, karena kamu manusia biasa”

Kawan, seandainya aku ada di posisimu mungkin aku telah jatuh sejak kemarin. Benar kalau kamu bilang aku tak pernah merasakan apa yang sekarang kamu rasakan, tapi aku tau rasanya. Benar kalau kamu bilang aku tak pernah merasakan sakitnya ditinggalkan, tapi aku telah belajar dari kamu (dan memang sakit rasanya).

Mungkin aku hanya diam ketika kamu mengatakan bahwa kamu sakit hati, bahwa kamu tak kuat menerima kenyataan ini, bahwa kamu tak siap ditinggal pergi, bahwa kamu menyesal pernah melakukan kesalahan sebelumnya, dan bahwa kamu tak kuat melihat ayah bundamu berubah karena sesuatu hal yang banyak membawa perubahan itu. Tapi percayalah, tak berarti acuh atau tak peduli karena aku diam.

Menangislah kawan. Karena aku, kamu, dan mereka hanyalah manusia biasa. Lemah oleh takdir, tapi aku yakin, bisa kuat juga karena takdir. Menangislah, lepaskan bebanmu perlahan, lalu mulai ikhlaskan semua.
Jika kamu mengerti, mungkin memang ini jalan terbaik yang Allah rencanakan. Jika kamu memahami, mungkin Allah lebih menghendaki adikmu bahagia di sisi-Nya, meski tanpa kamu mengetahuinya.

Aku dan teman-teman yang lain ada untukmu. Tersenyum, bangga karena keteguhan hatimu. Meskipun aku mengerti, ikhlas itu perlu proses. Tapi kamu bisa kawan.

Tersenyumlah kawan, jadilah dirimu dan diri adikmu untuk keluargamu. Dan berharap semua akan menjadi seperti harapanmu :-)

0 komentar:

Posting Komentar

 

R.I.N Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea