Selasa, 31 Januari 2012

Persons Called 'Teacher'

Yap, suddenly, am interested to talking more about persons called “teacher”. Check dis one :)


Dia merupakan sebuah konsep yang ditanamkan pada diriku sebagai profesi yang mulia, dialah pahlawan tanpa tanda jasa. Mendidik, mengajari kita untuk sekedar bisa mengeja huruf dari A, B, C hingga Z, berhitung, menjumlah, menganalisa dan memecahkan masalah.

Dialah profesi yang mulia. Yang HANYA mengajarkan mengeja huruf bagi anak-anak yang mulai memasuki dunia baca tulis. Begitukah beberapa orang menganggap sebuah profesi yang mulia itu. Terkadang yang jadi pertanyaan mereka adalah apakah seorang guru hanya akan mengajari murid-muridnya untuk membaca, menulis dan berhitung? Sedangkan yang perlu dididik adalah bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga meliputi mental anak. Maka jawabannya adalah YA. Ya, Guru HANYA mengajari untuk membaca dan menulis. Profesi yang hebat, bukan?

Mengajari membaca dan menulis ternyata adalah hal yang luar biasa. Ibarat membuka pintu baru yang belum terbuka, Guru memperkenalkan dan mengajari bahkan memaksa sang murid untuk bisa membaca dan menulis. Ketika nanti si murid telah bisa membaca, bukankah akan menjadi mudah untuk masuknya ilmu dari buku-buku yang mereka baca? Semakin murid itu banyak membaca, semakin banyak ilmu yang masuk, dia akan semakin pintar dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang yang berhasil. Dari mana awalnya semua itu? Jawabannya adalah dari seorang guu yang HANYA mengajari anak muridnya untuk membaca dan menulis.

Perkara yang klasik, kita sering memandang seorang guru dari ramah atau galaknya, mentoleransi atau menghukum murid yang tidak atau belum mengerjakan tugas dan menjewer atau sekedar membiarkan murid yang nakal. Ya, sebatas itu saja. Padahal semua guru tujuannya adalah satu, yaitu mencerdaskan anak bangsa. Masalah cara mendidik, setiap orang memiliki gaya berbeda, kan? Itu yang membuat kehebatan mereka tersamarkan.

“Ah, profesi apa? Cuma guru?”
Masih akankah ada pertanyaan semacam itu? Jika iya, maka sang penanya lupa bahwa yang menjadikan mereka seperti sekarang ini adalah kemampuan, perjuangan mereka sendiri dan campur tangan seorang guru.

0 komentar:

Posting Komentar

 

R.I.N Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea