01.06
Sebentar lagi sahur dan gue masih kelap-kelip sendirian di
kamar tidur. Dan well, gue putuskan malam ini buat ‘BEGADANG’
Sejujurnya gue lagi kangen sama banyak orang (beberapa dari
mereka, katakanlah suatu hal). Gue mengawali malam yang panjang ini dengan
sebuah pertanyaan, “yang di surga sana apa kabar ya?”
Mereka bilang, ada sebuah ketidakikhlasan yang tersembunyi
dibalik potongan pertanyaan semacam itu. Tapi kalo gue bilang, ini bukan
ketidakikhlasan. Ini cuma bagian dari
perasaan kangen yang nggak tersampaikan. Ini cuma sebuah pelampiasan
dari suatu ketidakbiasaan. Ini cuma sebuah pelarian dari objek yang biasanya
ada, tapi sekarang tidak ada.
Siapa sih dia, yang bahkan dengan istimewanya mengambil
sebuah ruang untuk merindukannya? Siapa dia, yang mengambil satu celah untuk
gue menuliskan sepatah kata buat dirinya?
Dialah bagian dari perjalanan hidup gue sampai gue ada di
posisi sekarang ini.
Masih inget permainan petak umpet? Nah, gue dulu pas kecil
suka main itu sama dia.
Masih inget kalo anak kecil olok-olokan sama temennya sampe
nangis, terus ngadu sama ibunya? Iya, gue dulu sama dia juga kayak gitu. Tapi udah
gitu akur lagi.
Masih inget bikin pistol mainan dari kayu atau pohon pisang?
Masih inget bikin tembak-tembakan dari bambu terus pelurunya dari bubur kertas?
Masih inget mainan mobil-mobilan dari kulit jeruk bali? Kalo cublak-cublak
suweng? Gobak sodor? Lompat tali? Bekel? Dakon? Ah, itu semua mainan gue waktu
kecil sama dia... Setidaknya ada jutaan kenangan yang nggak bisa dilupain pas
dulu dia masih ada.
Dia yang gue maksud adalah dia yang sudah terlebih dahulu
berangkat ke surga :)
Sahabat kecil yang semangatnya mudah tersulut lalu terbakar.
Menginspirasi ;)

0 komentar:
Posting Komentar