Hai angin, apa kabarmu hari ini?
Senja kali itu, jingganya masih sama. Wanginya tidak
sedikitpun berubah. Hanya saja, rumput yang berbisik terdengar lebih sopan. Sebuah
mozaik dalam cerita tentang kurun waktu. Dulu dan sekarang bagiku adalah sebuah
putaran matahari yang ajaib. Walaupun lebih tepatnya bumilah yang berputar pada
takdirnya. Dengan dirimu yang cerdas meliuk-liuk di permukaan daratan dan
lautan, menyampaikan pesan dari bibir jutaan manusia. Satu diantaranya adalah
aku yang selalu membagi cerita dalam setiap hembusan nafasku. Membiarkannya terlarut,
tertiup, lalu terbang bersama harapan. Ceritaku masih sama, masih kupercayakan
padamu, masih mengalir dalam setiap udara dalam paruku, kubagi dan kau
sampaikan entah kepada siapa.

0 komentar:
Posting Komentar