Jumat, 04 April 2014

Red Cross



Palang Merah Indonesia Kota Surakarta. Tempat dimana aku bisa jatuh hati sejak pertama menginjakkan kaki. Siang itu langkahku mantap. Entah karena alasan apa, hatiku berkata, “I will be the part of...” kemudian aku menarik nafas panjang dan siap untuk berperang. Semangatku berkobar sejak detik itu.

Traveler, love adventure, survival, tanah, hutan, air dan segala macamnya, really I love it all. Sempat merasa salah tempat ketika harus stay di laboratorium serologi, pengolahan darah dan cross match. “Hey, Aku ini PERAWAT. Mana mudeng yang begituan?” hampir sebulan ‘menanam padi di lahan tandus’, ternyata aku bisa belajar tentang pengairan yang benar. Intinya, dimanapun kita berada, selama kita ikuti aturan mainnya, kita aman sodara ;)

Dan setelah musim kemarau berkepanjangan, dimana lahan tandus harus tetap dijaga kesuburannya, datanglah musim dimana seharusnya padi itu ditanam. Move to poliklinik ;) di tempat seharusnya tenaga medis sesat macam kami ini berada. Petualangan dimulai dari sini. Pengobatan gratis, ambulans gratis, pengobatan korban bencana banjir di Jepara, siaga erupsi gunung kelud, pengobatan korban banjir di Kampung Ampera Solo, kesemuanya itu walaupun terjadi dalam waktu yang teramat sangat singkat, aku menyadari bahwa separuh hatiku telah tertinggal di PMI.

Saat harus pergi, meskipun orang mengatakan aku tega, nggak setia kawan, nggak bertanggung jawab atau apapun itu, sejujurnya separuh hati yang lain telah rela membiarkan sebagiannya tertinggal di PMI. Bagaimanapun, di tempat itu aku belajar mengenal diriku sendiri, mengenal orang lain dan mengenal setiap jalan yang harus dilalui dengan segala resikonya.

Di waktu yang sedang kupijak ini, aku membuktikan sendiri buah dari keikhlasan, manfaat dari pengorbanan, dan ridha Allah atas doa-doa orang yang mungkin aku nggak pernah kenal sekalipun.

Tawa itu akan selalu pecah. Kita akan selalu menjadi saudara. Terima kasih atas semuanya :)
Aku masih bangga menggendong ransel bertuliskan Palang Merah Indonesia Kota Surakarta. Aku masih bangga ketika melintas di depan gedung merah itu, lalu menunjukkan pada siapapun  yang sedang bersamaku, “aku pernah menjadi bagian darinya.”  Meskipun seseorang yang sedang duduk di salah satu ruangannya pernah membuat hatiku sedikit menciut.

0 komentar:

Posting Komentar

 

R.I.N Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea