Minggu, 06 April 2014

I'll be There

0 komentar
Lagu ini terdengar sayup-sayup ketika punggungku perlahan melekat di sandaran kursi. Melalui earphone, kubawa kembali hatiku menuju putaran yang telah berlalu. Sudakah detik itu telah benar-benar tergeser oleh detik-detik yang mengikutinya? Sejujurnya aku tak pernah ingin beranjak dari waktu itu...

Dan mataku terpejam. Suara musik terdengar lebih tegas....
You and I must make a pact
We must bring salvation back
Where there is love
I'll be there

I'll reach out my hand to you
I'll have faith in all you do
Just call my name
And I'll be there

I'll be there to comfort you
I'll build my world and dreams around you
So glad that I found you
I'll be there with love that's strong
I'll be your strength
I'll keep holding on and on and on
Oh yes I will

Let me fill your heart with joy and laughter
Togetherness well that's all I'm after
Whenever you need me
I'll be there

I'll be there to protect you
With an unselfish love that respects you
Just call my name
And I'll be there

If you should ever find someone new
I know he'd better be good to you
Cos if he doesn't
Then I'll be there

Aku memperhatikan bahkan hal kecil sekalipun yang terjadi di tempat itu. Lagu itu diputar, dinyanyikan bersama, dalam kesempatan yang tidak disengaja, yang tidak pernah akan diingat oleh siapapun, kecuali aku.
Mungkin sebuah pertanda :) dan saat ini aku sedang benar-benar merindukan saat seperti dulu ;)

Jumat, 04 April 2014

Red Cross

0 komentar


Palang Merah Indonesia Kota Surakarta. Tempat dimana aku bisa jatuh hati sejak pertama menginjakkan kaki. Siang itu langkahku mantap. Entah karena alasan apa, hatiku berkata, “I will be the part of...” kemudian aku menarik nafas panjang dan siap untuk berperang. Semangatku berkobar sejak detik itu.

Traveler, love adventure, survival, tanah, hutan, air dan segala macamnya, really I love it all. Sempat merasa salah tempat ketika harus stay di laboratorium serologi, pengolahan darah dan cross match. “Hey, Aku ini PERAWAT. Mana mudeng yang begituan?” hampir sebulan ‘menanam padi di lahan tandus’, ternyata aku bisa belajar tentang pengairan yang benar. Intinya, dimanapun kita berada, selama kita ikuti aturan mainnya, kita aman sodara ;)

Dan setelah musim kemarau berkepanjangan, dimana lahan tandus harus tetap dijaga kesuburannya, datanglah musim dimana seharusnya padi itu ditanam. Move to poliklinik ;) di tempat seharusnya tenaga medis sesat macam kami ini berada. Petualangan dimulai dari sini. Pengobatan gratis, ambulans gratis, pengobatan korban bencana banjir di Jepara, siaga erupsi gunung kelud, pengobatan korban banjir di Kampung Ampera Solo, kesemuanya itu walaupun terjadi dalam waktu yang teramat sangat singkat, aku menyadari bahwa separuh hatiku telah tertinggal di PMI.

Saat harus pergi, meskipun orang mengatakan aku tega, nggak setia kawan, nggak bertanggung jawab atau apapun itu, sejujurnya separuh hati yang lain telah rela membiarkan sebagiannya tertinggal di PMI. Bagaimanapun, di tempat itu aku belajar mengenal diriku sendiri, mengenal orang lain dan mengenal setiap jalan yang harus dilalui dengan segala resikonya.

Di waktu yang sedang kupijak ini, aku membuktikan sendiri buah dari keikhlasan, manfaat dari pengorbanan, dan ridha Allah atas doa-doa orang yang mungkin aku nggak pernah kenal sekalipun.

Tawa itu akan selalu pecah. Kita akan selalu menjadi saudara. Terima kasih atas semuanya :)
Aku masih bangga menggendong ransel bertuliskan Palang Merah Indonesia Kota Surakarta. Aku masih bangga ketika melintas di depan gedung merah itu, lalu menunjukkan pada siapapun  yang sedang bersamaku, “aku pernah menjadi bagian darinya.”  Meskipun seseorang yang sedang duduk di salah satu ruangannya pernah membuat hatiku sedikit menciut.

Kamis, 03 April 2014

Judulnya Bingung

0 komentar


Hai angin, apa kabarmu hari ini?

Senja kali itu, jingganya masih sama. Wanginya tidak sedikitpun berubah. Hanya saja, rumput yang berbisik terdengar lebih sopan. Sebuah mozaik dalam cerita tentang kurun waktu. Dulu dan sekarang bagiku adalah sebuah putaran matahari yang ajaib. Walaupun lebih tepatnya bumilah yang berputar pada takdirnya. Dengan dirimu yang cerdas meliuk-liuk di permukaan daratan dan lautan, menyampaikan pesan dari bibir jutaan manusia. Satu diantaranya adalah aku yang selalu membagi cerita dalam setiap hembusan nafasku. Membiarkannya terlarut, tertiup, lalu terbang bersama harapan. Ceritaku masih sama, masih kupercayakan padamu, masih mengalir dalam setiap udara dalam paruku, kubagi dan kau sampaikan entah kepada siapa.
 

R.I.N Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea