Sesekali berbicara tentang cinta. Bukan apa-apa, cuma sekedar ingin share aja. Mungkin juga memberi sedikit petunjuk untuk menemukan jalan keluar bagi teman-teman yang sedang ‘tersesat’. Hehe...
=untuk yang kisahnya saya buka lebar-lebar di catatan ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Hehe... (pahala lho kalo ada yang menanggapi positif) So, protesnya belakangan aja=
Pertama, aku mau share sebuah dialog bersama seorang sahabat. Sebuah dialog yang mungkin biasa saja. Gk terlalu penting lah. Tapi coba disimak sebentar saja :)
Shbt : menurut kamu, jatuh cinta itu salah gak sih?
Aku : (terbengong-bengong) apanya yang salah?
Shbt : eh, kalo misalnya kamu jatuh cinta ya. Ternyata orang itu udah punya pacar... kamu bakal nyalahin siapa? Orang yang udah buat kamu jatuh cinta atau kamu sendiri yang terlanjur cinta?
Aku : (bengong lagi) sumpah ya... complicated banget. Gak paham aku...
Shbt : susah ah ngomongin cinta sama anak kecil.
Aku : (!@#$%^&*) ????????????????????????????????????

Nah, sahabatku...
Lewat tulisan singkat ini aku akan mencoba menjawab pertanyaanmu (dan mengeksekusi kebutaanku tentang ‘cinta’) haha....
Bener kali yah kalo aku bilang masalahmu complicated. Kalo kamu tanya siapa yang salah, mungkin gak ada yang salah. Jatuh cinta, maunya siapa? Gak ada kan? Dia datang tak diundang, persis kayak jelangkung. Kalo toh statusnya udah ‘in a relationship’, bukan sebuah kesengajaan juga untuk menghancurkan perasaanmu. Ingat filosofi Harun Yahya, “...menerima kehidupan sama artinya dengan mengakui bahwa tak ada hal sekecil apapun yang terjadi di dunia ini karena sebuah kebetulan.”
Misal kamu menyalahkan orang yang udah bikin kamu jatuh cinta, coba jelaskan alasannya? (lah, pertanyaannya mirip soal ulangan). Sekedar mengingatkan, mungkin juga dia gk pernah tau kalo kamu jatuh cinta. Mungkin dia gk pernah bermaksud membuat kamu jatuh cinta. Mungkin memang karakternya dia yang supel. Dan mungkin... dia tertarik untuk menjadikanmu sahabat karena kamu menyenangkan, bukan sebagai pacar yang suatu saat bisa dengan mudah dia tinggalkan.
Misal kamu menyalahkan dirimu sendiri yang telah jatuh dalam jebakan cinta, coba jelaskan lagi alasannya? Terlalu cepat jatuh cinta bukan alasan, kawan. Terlalu lemah oleh cinta juga bukan alasan. Kenapa? Karena tak pernah cinta itu melemahkan. Dia justru menguatkan.
Anak kecil tau apa tentang cinta? Hmm, saya memang anak kecil. Tapi punya akal untuk menganalisa sebuah kasus tentang cinta lalu belajar darinya.
Ayok lah ambil positifnya aja....
Suggesti saya:
- Kalo kamu bisa tersenyum ketika hatimu dipatahkan, berarti kamu dikuatkan oleh cinta.
- Kalo kamu bisa tetap menyenangkan di matanya, berarti kamu hebat oleh cinta.
- Kalo kamu tak pernah berniat menghindarinya, berarti kamu ditangguhkan oleh cinta.
- Kalo kamu tak pernah bermaksud membencinya, berarti kamu istimewa di mata cinta.
- Kalo kamu masih tetap mencinta... percayalah, Tuhan punya cerita.
Oke...
Selamat menjalani hari dengan penuh cinta, sobb. ^^
Semoga ini menjadi pelajaran untukku ketika nanti aku menemui kasus yang sama :P
CaCil : Hati diciptakan bukan untuk membenci. Seberapapun sakitnya hatimu, yakinlah masih ada sisa cinta disana.

0 komentar:
Posting Komentar